Jumat, 07 Oktober 2011

Sale Hot, F1 Ticket

F1 At Sepang International Circuit KL

Saya di Depan Circuit
 I am the Lucky one :)
Liburan kali ini benar-benar menakjubkan, moment backpacking kami bertepatan dengan diadakannya Racing Formula One F1  at Sepang International Circuit.

Our Ticket
Ini adalah pengalaman pertama saya menonton F1, yah meskipun sama sekalo tidak mengerti tentang dunia F1 tapi kesempatan kali ini tidak boleh saya sia-siakan. Lagi-lagi saya sangat takjub dengan pembangunan di Kuala Lumpur, susunan dan tata kotanya betul-betul jauh berbanding terbalik dengan Indonesia, heheh PISSSS.

Tempat Penonton
Circuit Sepang
Penonton Keluar dari Pintu Samping

Circuit yang sangat luas dan waw AWASOME, tidak heran jika KL dijadikan tuan rumah untuk ajang bergengsi ini. Begitu banyak tourist asing yang datang untuk melihat F1. Jujur saja saya sampai bingung, apa menariknya nonton F1? kita hanya duduk di podium dan menyaksikan mobil balap melintas dengan cepat di depan mata kita yang sama sekali tidak diketahui siapa pengendaranya hahhaa (kampungan :p ). Belum lagi ditambah dengan suara bising yang sangat menggangu dari mobil yang balapan. Hmmmmm

Map Sepang Circuit dan Dua Mobi Fl yang sedang balapan

Dari 3 hari jadwal yang ada di nticket kami, hanya sehari kami menonton dan berada di Circuit. Kami lebih memilih untuk  melanjutkan pelancongan kami. Masih banyak tempat-tempat yang wajib kami kunjungi selain hanya menghabiskan waktu 3 hari nonton F1.

Muhe, Saya dan Saskia Berfoto dengan Latar Mobil F1

Suasana Penonton di DalamCircuit
Yah sekali lagi ini betul-betul adalah keberuntungan kami berada di KL bisa menyaksikan F1...

Circuit Sepang letaknya hampir dekat dengan LCCT, KL airport. Sehingga sangat jauh kami tempuh dari Selayang tempat kami menginap. Kami menggunakan Taxi dan selanjutnya menggunakan monorel. Yah sekali lagi saya sangat bangga dan kagum akan fasilitas-fasilitas yang di sediakan oleh pemerintah Malaysia untuk warganya, masyarakat sangat dimanjakan dengan fasilitas umum sehingga sangat mudah mengakses suatu tempat. Walau jaraknya jauh tp mudah di akses, tiba-tiba kepikiran sama negara tercinta Indonesia. Kapan yah Indonesia bisa seperti ini? entah di bidang transportasi ataupun infrrastruktur bangunannya yang sangat teratur serta masyarakatnya yang sangat-sangat disiplin dan mematuhi aturan.

Saya dan Muhe berlatar Ferarri's Souvenir Shop
 Inilah rute perjalanan kami dari Selayang menuju Sepang dengan menggunakan Bus dan Monorel

Muhe dan Saskia on Monorel
Saya dan Muhe Memasukkan Ticket Monorel

On Monorel


Nice Experience Watching F1
See You In 2012


Nginap Gratis

BACKPACKERS Community @Selayang, Malaysia

Air Asia, landing position....
Yeah kami tiba dengan selamat di LCCT Kuala Lumpur. 
Saskia, Muhe & Dede on the monorel
Setelah mengurus barang kami dan yakin semua sudah lengkap. Saatnya kami berempat antri wawancara di imigrasi. Waw Takjub liat bandara International KL, luar biasa besarnya. Dari pesawat menuju imigrasi lumyan jauh, kami berjalan kaki hingga beberapa meter. Sangat melelahkan, ditambah dengan beban backpack kami yg jg lumayan beratnya. Maklum masih hari pertama, stock makanan ringan yg membuat backpack terasa berat hehe

Sesuai dengan perencanaan awal kami sebelum berangkat, setibanya di KL kami mencari bus menuju ke KL Central. Kami di sambut hujan ketika keluar dr airport, KL di sore hari lumayan macet, namanya juga ibu kota yah.

Di KL Central kami kmbli membeli ticket monorel dan selanjutnya kami mencari Bus lagi menuju Selayang. Berhubung Selayang itu jauh dr KL, makanya kami sambung menyambung kendaraan dari Bus ke Monorel ke Bus lg.

Tujuan kami di Selayang yaitu ke Apartemen Olga, dia adalah komunitas Couchsurfing (backpaker community) asal Eropa. Tp kebetulan si Olga menikah dengan dokter yg asli Malaysia makanya apartemennya di jadikan sebagai tempat persinggahan para backpackers dr negara lain. Termasuk kami :p

Jauh-jauh hari kami sudah menghubungi olga melalui Couchsurfing, akan kedatangan kami berempat, sehingga pas kami tiba di sana kamar sudah tersedia :)

Suasana Isi Apartemen Olga
Bagian Dapur

Ruang Tengah

Peta Dunia berjejer di Dinding

 Namanya saja tempat kumpul para backpackers, tidak heran jika suasana rumah penuh dengan atribut-atribut dari beberapa negara. Olga suka mengoleksi beberapa souvenir yg di berikan backpakers yg berkunjung ke apartemennya. Termasuk saya yg memberikan syal batik dari Indonesia dan beberapa pecahan uang Rp.1000,- dan Rp. 5000,-

Rules Of The House

Semua rumah punya aturan termasuk Apartemen Olga, di atas adalah beberapa aturan yang berlaku bagi tamu yang datang :)

Saya, Dede dan Muhe Menikmati Makanan Ringan yg Disiapkan Olga buat kami

Koleksi Bendera Olga

Koleksi Buku Olga
 Apartemen ini sangat pas bagi pelancong seperti kami, fasilitas buku yang lengkap dan free buat kami. Semua tentang peta dan jalur-jalur yang harus kita lewati selama melancong di Malaysia khususnya ada di koleksi Olga, sehingga sangat memudahkan kami untuk mengatur rute perjalanan.

Cukupsemalam kami menginap di sini, bisa di bilang hanya menumpang untuk tidur dan mengatur matang-matang perjalanan kami selanjutnya. Senang bisa ketemu dengan Olga dan beberapa Bule pada waktu itu yang sama seperti kami ingin melancong di Malaysia. Mereka dari beberapa negara di Eropa, tp karena takut mengganggu kami tidak sempat untuk foto bersama.



Kiri: Muhe dan Dede siap dengan Backpacknya untuk melanjutkan perjalanan
Kanan: Saya dan Saskia juga tidak kalah siap untuk berjelajah
Kami adalah backpackers sejati :p
hahahah.....Thank u Olga dan Pak Dokter (suaminya) yg maaf namanya sy lupa :p sudah memberikan tumpangan kepada kami.

Selanjutnya dari Selayang kami menggunakan Taxi menuju Kuala Lumpur lagi untuk menonton Racing F1 dan selanjutnya akan mencari penginapan di sana :)

Malaysian Family

Ash's FAMILY--Kulim Kedah, West Malaysia

Dede with Anaki (Ash's Lil Brother)
Sesuai dengan planning semenjak di Goerge Town, kita tiba jg di bagian barat Malaysia tepatnya di Kulim, Kedah. Disinilah kediaman Ash, teman baru kami. Jalanan menuju Kulim mengingatkan sy dan teman-teman akan jalanan menuju Bone salah satu kota kabupaten di Sulawesi Selatan. Jalananya yg berbelok-belok dan di lengkapi pemandangan pepohonan hijau di sepanjang jalan.
Selama perjalanan, sy hanya sesekali melihat keluar. Pengaruh capek dan kurangnya istirahat membuat sy lebih memilih untuk tidur di sepanjang jalan, bgtupun dengan ke tiga teman sy, Dede, Muhe & Saskia. Hanya Ash yg yg fokus menyetir mobilnya untuk mengantar kami sampai ke kediamannya.

Ash's Family

Ash's House
 Cukup lama kami melaui perjalanan untuk ke Kedah.
Kami tiba tepat pada waktu Azhar, capeknya luar biasa.
Setiba di rumah Ash, kami disambut ramah oleh kedua adiknya.Keluarga Ash sangat welcome, kami merasa seperti di rumah sendiri.
Kami bersama keluarga besar ASH'
 Ash memiliki seorang adik kecil bernama Anaki, waw he is so CUTE. tidak henti-hentinya saya menggendong dan bermain dengannya. Seperti tidak mau pisah, setiap saat sy sllu berusaha untuk bersama Anaki :)
saya & Anaki
 Selain keramahan keluarga Ash, kami berempat jg di buat takjub dengan keunikan rumah keluarga Ash. Bisa di bilang rumahnya menyerupai rumah Barbie, bunga-bunga bertebaran di mana-mana, bgtupun dengan dindingnya yang berwallpaper bunga-bunga juga.

Saya dan Saskia tak henti-hentinya memuji rumah Ash, mungkin karena di Makassar sy belum pernah melihat rumah seperti ini. hehehe
my cute boy



Tidak cukup sehari kami bersama keluarga Ash, kami harus melanjutkan perjalanan kami ke Malaka dan selanjutnya ke Johor Baru dan kemudian ke Singapura.
Sebelum Ash mengantar kami untuk mengambil Bus, keluarga Ash mengajak kami untuk makan malam bersama.

Sedih rasanya berpisah dengan keluarga ini.....terutama berpisah dengan ANAKI :(
Kiss & Hug for Anaki

Tahun Baru Basah-Basah

Festival Songkran in Thailand ----- HatYai-Thrang

Local People siram-siraman
 Waw,pas moment.
D hri ke 3 setelah brjelajah d Sepang International Circuit untk ntn F1 kmi melnjtkn perjalan ke Thailand.
Dr KL Sentral naik train ke Hat Yai,km start dr pukul 9 mlm dan tiba pkl 7 pagi.

Sbnrnya tjuan utama kmi Koh Phi Phi bkn Hat Yai.

Dr Hat Yai brulah cri bus menju Trang.
Waw,trnyata kdtangan kami d smbut dgn air. Trnyata pas dgn Thun bru Thailand,jd d adakn festival Songkran (red: fstval air)
Smw wrga brkmpl d jalan lngkp dgn pistol air rakssa,ember,dan tntunya air yg d smpn dlm drum.
Alhasil,km pun ikt d siram. Brang bwaan bsah,yah apa boleh buat km tdk boleh mrh krn memang itu tradisinya.
Tp sbnrnya seru skali,mumpung blm mandi krn nginap d kereta slm perjalanan.
Tuk-Tuk
@ Stasiun


Stlah acr siram2an,km menuju terminal bus menuju Trang dgn mengggunakan kndraan khas Thailand,Tuk Tuk smcm bajai tp lbh bsar. D sisi kanan krinya tdk ad dinding jd yah lmayan slama perjaln skaligus bs mengeringkn baju hbs d siram.
Hehe

Nice Festival, happy new year Thailand.

Lost in Balikpapan

 BALIKPAPAN

Blog request by Andi

hahaa, seru jg tmku yg satu ini psan note d setiap Trip backpackingku.

okee, kbtulaan skrng pas lg di Sepinggan Airport, nggu tmn yg beda pnrbangan jd ad wktu buat nge-note sdikit. kbtulan sy ma Saskia naik pesawat yg sama Dd ma Muhe Nyusul satu jm kmudian coz ad kuliah sore td.
Iam at Waiting Room Haasanuddin Intr.Airport

td take off dr Hasanuddin Airport 2.30 alhmdlh nyampe jm krng lbh jm 4.
wah, my frist time nih d kalimntan, yah pmndangnnya bgus, susunan kotanya rapi ,bersih.
oh iya slma d bndara ktmu bbrpa orng yg lucu, tp baik sih.
tp bosan d tnya mba mau ke Samarinda dak? wah jujur ccpek jawabnya, tp so far seruu skli.
sy suka orng2nya.
Arrive at Sepinggan

Sepinggan Airport
Perjalanan Makassar menuju Balikpapan menempuh waktu kurang dari sejam. Bandara sepinggan terhitung kecil dibandingkan Bandara Hasanuddin. Dari pintu keluar menuju jalan raya hanya sejauh 100an meter. Dari bandara, kami mencari penginapan hingga akhirnya menemukan Penginapan Transit Harian untuk Rp. 60000 per malam. Namun kami dikenakan tambahan biaya karena jumlah kami berempat. Kami pun membereskan sekaligus merapikan barang bawaan kami karena cukup takut dengan aturan AirAsia yang lumayan ketat.
the real backpacker, move dr satu tmpt k tmpt lain.
mlm ini istrht dlu, bsk pagi lnjut trekking d kota blikpapan, next trip samarinda PP trus sore terbang ke Kuala Lumpur.

Kami berempat dengan bekal seadanya memberanikan diri untuk melancong :)

Bagian atas terlihat bekal kami, yg d bawah dri Makassar. Mie instant secukupnya dan beberapa snack pengganjal perut.

After from Money Changer
 Dengan modal ala kadarnya, uang rupiah kami di tukar dengan Dollar Amerika dan Ringgit. Kita sengaja tidak menukar semua rupiah kami dengan ringgit. Nanti setiba d Kuala Lumpur mka dollar kmbli kami tukar dengan beberapa ringgit dan bath untuk keperluan di Thailand nanti.

tangga penyebrangan di kota Balikpapan



 Ini adalah kali pertama sy ke Kalimantan, khususnya di Balikpapan. Betul apa yg orang katakan selama ini kalau kota ini sngat maju, bersih dan susunan kotanya sngat teratur. Kami berempat keliling kota balikpapan dengan menggunakan kendaraan umum. Kami berjalan menuju Mall yang menurut kami sngat luar biasa, mungkin karena Bpn merupakan kota maju dan berkembang maka tidak heran jika pembangunan kota ini jg sangat pesat.

Waw nice place, nice people !!!
Dede, Muhe & Kia di depan Gerbang Mall di Bpn
ok , skian lporan singkt tdk jlsku. dede sdh Tiba dr Mksr, so skrng mau lnjtkan mlm d balikpapan.
Dan bsok pagi kami kembali ke Sepinggan airport untuk melanjutkan perjalan ke Kuala Lumpur by Air Asia :)

Maka tibalah keesokan harinya, maka kami berempat meningalkan Balikpapan.

Dede @Waiting Room Sepinggan Intr. Airport

Take off Position 

Kamis, 06 Oktober 2011

Goerge Town

Goerge Town

Gerbang masuk penyebrangan Feri
        Bon Voyage mengingatkan saya akan suatu istilah acara perpisahan bagi seseorang yang ingin melakukan perjalanan laut, krng lebih seperti itulah yg saya tangkap arti dari tulisan di samping :p

Finally, perjalanan kami di Ko Phi Phi telah berakhir then slnjutnya kita berencana untuk melanjutkan perjalanan ke Goerge Town, Malaysia. Kami harus mnggunakan kapal feri meninggalkan Thailand dan berlanjut dgn Mini Bus yg memakan waktu kurang lebih 6 jam :)                             
@Pinggir Jalan Penang

Setelah melakukan perjalanan air dan darat dari Thailand, akhirnya kami tiba di Malaysia tepatnya di Penang. Dede (yg pake kaos biru) kebetulan sdh ada janji dengan salah satu temannya di dunia maya, yaitu Ash (Malay"s Boy) yg sudah dikenalnya jauh sebelum kami berangkat. Jadi, kami berniat untuk keliling kota Penang di guide oleh si Ash. Wah ternyata dunia maya itu mmng hal yang sangat menarik, bisa mempertemukan kita dengan tman baru dari penjuru dunia mana pun.

Dinner Nasi Kucing
Selagi menunggu Ash yg tidak kunjung datang, kami berempat sudah sngat kelaparan dan mampir di pinggir stasiun untuk makan malam. Yah tentu sja we are looking for de traditional food from Malay "NASI KUCING" hm sounds funny, dan ternyata hahahhaa nasi kucing itu adalah sejenis nasi putih yg di bungkus oleh daun pisang yg hany bermodalkan lauk telur dadar dan sambel secukupnya. Only 1 RM ato senilai dgn Rp.3000,- kita bs mencicipinya.

Saya, Muhe, Ash, Dede & Saskia @Fery


Finally, Ash yg ditunggu2 datang juga. kami diajak keliling pulau dengan keretanya (red: mobil), orang Malaysia menyebut kereta untuk sebutan mobil.

Suasana Goerge Town di malam hari
di depan bngunan di Goerge Town




saya & Ash
Goerge Town
Goerge Town merupakan pulau bagian di Malaysia, pulau yg merupakan bekas jajahan Inggris. Jd tidak heran semua bangunannya kental dengan model Eropa.
 Kami tidak henti-hentinya berpetualang dan berjelajah mengelilingi pulau ini hingga larut malam.

Kami berlima akhirnya mencari sebuah penginapan untuk semalam saja, Ash yg menjadi penunjuk jalan mengatur semuanya dan pada akhirnya menemukan penginapan yg fasilitasnya lumayan lengkap. Hanya beberapa jam saja kami beristirahat, tdk terasa sdh pagi dan kami tidak buang-buang waktu lagi untuk merencanakan trip selanjutnya.

Inilah suasana Goerge Town, Pulau Penang di siang hari.

Tugu

Tulisan Peninggalan Inggris

Pulau Penang itu sendiri berarti pulau Pinang jika di artikan ke dalam bahasa Indonesia. Sehingga LandMark kota ini adalah Pinang, seperti yg terlihat pada gambar di bawah.

PINANG
Berlatar LandMark Penang
Tidak butuh waktu lama untuk berjelajah di Pulau Penang, Goerge Town. Sehari saja sdh cukum bagi kami, pulaunya tidak terlalu besar sehingga memungkinkan bagi kami untuk melancong di tempat lain.

Pulau ini tentunya sangat kental dgn suasana eropa (walaupun sy sndiri blm pernah ke Eropa, heheh) tidak henti-hentinya kami mengambil setiap gambar yg menurut kami unik.

Kurang lebih seperti benteng Roterdam yg ada di Makassar, di pulau ini jg ada sebuah Benteng yg merupakan peninggalan penjajah. sekilas hampir sama dengan Benteng Roterdam, tp benteng di Penang lebih teratur dan terawat. Berharap smg Brenteng Roterdam yg di Makassar bs seperti ini sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan asing.
Benteng

Taman Kota Lama

Dede, Saskia & Muhe menikmati ayunannya di Taman
Tdk terasa perjalanan kami sehari semalam menjelajahi pulau yg indah ini, selanjutnya Ash membawa kami ke Kediamannya yg lumayan jauh dr pulau.
Di Feri meninggalkan Goerge Town to Kedah (Ash's House)


Berharap suatu hari  nanti bs kembali ke sini :)