Senin, 07 Oktober 2013

Diplomatik Trip #1 -- Borobudur International Festival 2013

Saya beserta Rombongan Duta Besar, Saya berada di baris belakang
Saya bersama Duta Besar Slovakia
Perjalanan kali ini sangat jauh berbeda dari perjalanan saya sebelumnya, biasanya saya traveling bersama travelmate dengan cara ngegembel, namun perjalanan kali ini lebih eksklusif #tsahhhhhh gaya... Bisa dikatakan job trip untuk saya yang bekerja di kedutaan besar. Trip kali ini merupakan trip diplomatik yang mana saya adalah salah satu delegasinya.

Duta Besar Azerbaijan Bersama Putri Pariwisata Jawa Tengah

  Setiap tahun pemrov Jawa Tengah mengadakan festival international yaitu Borobudur International Festival. Pada kesmpatan kali ini beberapa duta besar mendapat undangan untuk ke Jawa Tengah. 

ID say selama trip
Kurang lebih 27 dubes pada saat itu ikut dalam trip ini. Diantaranya Dubes Afganistan, Azerbaijan, Bangladesh, Bosnia, Georgia, Iran, Iraq, Khazakhstan, Libya, Pakistan, Palestine, Poland,Portugal,Seychelles, Somalia, Slovakia, Taiwan,Thailand,Ukraine,USA dan Zimbabwe. Saya merasa sangat beruntung karena bisa mendapatkan kesempatan yang luar biasa ini, walaupun saya bukan duta besar tetapi saya di tugaskan mendampingi para duta besar beserta keluarganya pada trip ini. Semua fasilitas yang di sediakan untuk duta besar tentu saja menjadi fasilitas saya juga karena saya merupakan delegasi. Merasakan fasilitaas VVIP di bandara Soekarno Hatta ( VVIP Room biasanya di gunakan oleh presiden dan tamu negara ) lokasinnya berada di antara Terminal B dan C. Biasanya saya cuman menunggu di terminal keberangkatan biasa sambil baca buku ataupun ngemil menunggu pesawat yang akan saya gunakan. Namun kali ini dengan anggunnya saya duduk cantik di VVIP room menunggu pesawat yang akan mengantar kami ke Semarang, Jawa Tengah. Kue-kue enak di sediakan di VVIP room beserta minuman, fasilitas TV daan tentu saja WIFI.
Saya Bersama Putri dari Duta Besar Afganistan
Saya tidak perlu mengantri untuk mengambil boarding pass ataupun bersusah-susah mengangkat koper saya untuk di bagasikan. Semua di atur oleh protokol dari kementrian luar negeri besert para staff VVIP room,  untuk menuju ke pesawat pun saya tidak perlu capek-capek berjalan ke runway pesawat, rombongan dubes telah disiapkan bus kepresidenan untuk sampai di depan tangga pesawat. Wow, alhamdulillah mungkin saya kampungan tapi ini luar biasa.......
         Saya beserta rombongan dari kedutaan mendapat perlakuan special selama di pesawat begitupun setelah pesawat yang kami tumpangi yaitu Garuda Idonesia pada waktu itu mendarat di bandara Semarang, ketika pintu pesawat di buka kami di sambut di ruang VIP  oleh Gubernur, pejabat, putra dan putri pariwisata Jawa Tengah dan beberapa panitia kegiatan serta beberapa wartawan yang setiap saat mengambil gambar. Sementara bagasi kami di proses oleh panitia, kami menunggu di ruang VIP untuk menikmati kue-kue yang di sediakan. 

Selanjutnya kami memulai perjalanan mengelilingi kota Semarang sebelum ke Solo. Kami di bagi menjadi dua bus, dalam perjalanan kami di kawal oleh satu mobil polisi yang berada di depan dan 4 motor polisi serta satu mobil ambulance. Sirine dari mobil polisi tak henti-hentinya berbunyi sehingga menjadi tontonan masyarakat sekitar, dulu saya hanya sering protes ketika ada rombongan pejabat atau orang penting yang berkunjung kemudian di kawal polisi dan polisi menghentikan kndaraaan lain yang melintas agar mobil tersebut bisa lewat dan sekarang saya merasakannya sendiri.

Kami di Sambut oleh Ibu Walikt0a Solo
Makan Malam bersama Walikota Solo
Ini kali pertama saya ke Semarang walaupun sebelumnnya sempat ke Candi Borobudur di Magelang. Kami mengunjungi beberapa tempat wisata di Semarang, seperti ke littel Nitherland, Gereja tua dan mengunjungi kuil China. Para dubes telihat antusias dan menikmati hari pertama kami di Semarang.

Sehari di Semarang kami kami melanjutkan perjalanan darat ke Solo untuk berkunjung ke pabrik batik Danar Hadi di lnjutkan shopping batik di sana, kemudian malam harinya kami makan malam di kediaman walikota Semarang. Dulu tempat itu adalah kediaman Jokowi selama beliau menjabat sebagai wlikota Solo. Solo merupakan kota yang sangat indah, penduduknya ramah-ramah serta budayanya yang masih sangat kental. Saya senang bisa berkunjung ke Solo dalam trip diplomatik kali ini.

Festival Borobudur
Sehari di di Solo kami melanjutkan trip ke Magelang, tiba saatnya pada acara puncak dari kunjungan kami. Festival Borobudur 2013 di isi oleh bintang tamu terkenal, di buka oleh menteri pariwisata dan di sambut oleh para duta besar negara sahabat dan beberapa tamu undangan lainnya. Setiap tahun festival ini sangat ramai di kunjungi wisatawan lokal maupun manca negara. Sekali lagi saya sangat bersyukur bisa ikut dalam trip kali ini. Festival borobudur di langsungkan pada malam hari di halaman candi borobudur, panggung di tata sangat cantik dengan latar belakang Candi Borobudur pada malam hari yang di sorot dengan lampu. Sehingga tampak begitu cantik, biasanya saya hanya melihat candi ini pada siang hari, namun pada kesempatan kali ini saya bisa melihat pada malam hari.
 
Menikmati Borobudur Sunrise
Festival Borobudur berjalan lancar dan sukses, keesokan subuhnya morning call pada pukul 03:00 dini hari kami di bangunkan oleh pegawai hotel untuk bersiap-siap menuju ke candi Borobudur menyaksikan Borobudur Sunrise. Yah banyak orang yang dengan sengaja datang dini hari ke Borobudur hanya untuk menyaksikan betapa cantiknya matahari terbit di sana. Para dubes sangat antusias dan tidak ada yang melewatkan kesempatan ini, kami para delegasi bangun dan tanpa mandi langsung menuju ke Candi Borobudur. Para panitia membagikan kin yng bergambarkan candi yang wajib di gunakan ketika masuk ke Candi serta membagikan satu per satu senter dan stiker yang di tempel di baju bertuliskan "Borobudur Sunrise'. Pada pukul 05:00 lebih matahari menampakkan diri secara perlahan-lahan sampai sempurna. Akhirnya matahari terbit muncul dan tidak terasa tadi kami tiba masih sangat gelap dan kemudian hari sudah pagi dan terang. Para rombongan mengabadikan foto dalam momen itu, what a beautiful sunrise!




Tidak terasa tiga hari kami berada di Jawa Tengah dari kota Semarang, Solo dan Magelang. Dari Solo ke Magelang kami melewati kota Jogjakarta namun hanya lewat saja tidak mampir. Karean Joga bukan bagian dari Jawa Tengah sedangkan tri kali ini di sponsori pemprov Jawa Tengah yang bertujuan untuk mempromosikan pariwisata mereka ke para duta besar negara sahabat. Jawa tengah sangat aktif mempromosikan pariwisatanya, selain memang mempunyai potensi pariwisata yang sangat luar biasa cantik dan banyak. Pariwisata mereka juga berkembang dan di tau masyarakat luar berkat kinerja dari para pemprov dalam mempromosikn pariwisata mereka. Bukan hanya Borobudur saja, masih banyak tempat yang jauh menarik uang wajib di kunjungi. Salah satunya Dieng dan masih banyak lagi.

Saya di Dampingi Putra Putri Pariwisata Jawa Tengah
Begitu banyak pengalaman baru yang saya dapatkan serta tentu saja banyakya souvenir seperti batik, pajangan dari Jawa Tengah. Terima kasih atas kesempatan yang luar biasa ini, selanjutnya saya akan melakukan trip diplomatik bersama para dubes di acara Festival Krakatau Lampung.

Para Duta Besar
Kami menggunakan Batik Cokelat Seragam

Sabtu, 05 Oktober 2013

China oh China

Ketika mimpi jadi kenyataan, saya berfoto di Great wall
    Tahun 2010 saya sempat menulis di buku "daftar mimpi" yang saya buat semenjak duduk di bangku kuliah. Pada waktu itu tiba-tiba terbesit di pikiran pengen ke China, mendaki di Great Wall setelah melihat foto-foto teman saya yang baaru pulang dari sana. Entah mengapa saya pengen ke sana secepat mungkin walaupun cuman sehari di China, pokoknya cuman pengen foto di Great Wall. Dari 2011 saya mulai menghunting tiket untuk ke China, beberapa kali menemukan tiket murah promo Air Asia dari Jakarta ke Beijing namun ada saja halangannya tidak pernah terealisasi untuk membookingnya. Saya udah mencari teman untuk kesana, saya dan travelmate saya Saskia udah janjian untuk kesana, tapi kendala lagi kami batal. Selanjutnya saya pengen berangkat sendiri, saya telh menghubungi beberapa teman yang kebetulan kuliah di Nanchang University di China untuk menghandle akomodaasi saya selama di sana. Mereka siap menampung saya di asrama Indonesia. Namun ada aja halangan saya tidak kesampaian ke sana. Nah, alhamdulillah berkat kekuatan mimpi, saya selalu memandangi foto teman saya yang berfoto dengan cantiknya di Great Wall menggunakan coat dan boots karena pada saat dia berkunjung bertepatan dengan winter, setiap hari saya membayangkan di Great Wall. 

          Tiba saatnya saya di telfon pihak Purna Caraka Muda Indonesia SulSel menyatakan bahwa saya terpilih seleksi pertukran pemuda antar negara ke Beijing, China. Wow luar biasa, saya sempat shock dan tidak percaya mungkin ini jalan saya ke China, dan menginjakkan kaki ke Great Wall. Walaupun perjalanan kali ini semuanya gratis tanpa saya harus mengeluarkan sepeserpun untuk ke China. Maka bersyukurlah saya bisa menjadi salah satu delegasi Indonesia ke China. Bisa dikatakan perjalanan ke China luar biasa dibanding dengan trip-trip saya sebelumnya yang sering saya sebut "ngegembel". Namun karena trip kali ini saya bersama delegasi lain dan membawa satu misi dari Indonesia, maka trip ke China kali ini saya tidak bisa mengeksplore terlalu banyak tempat seperti yang saya lakukan jika ngegembel di negara orang. Ini yang di namakan rejeki, sekali lagi rejeki tidak bakalan ke mana. Saya sangat percaya dengan rejeki, mimpi, doa dan usaha. Jika mimpi kita kuat dan singkron dengan percaya serta selalu positif thinking atas mimpi kita, yakin dan percaya semua ada jalan dan akan terkabul. Tinggal bagaimana mempertahankan mimpi kita sendiri. Silahkan di coba dan diaplikasikan, it works. Trust mee :) :) :)
Saya berhasil ke China berkat program pertukaran pemuda antar negara
#Berhubung semua akomodasi di tanggung pemerintah mulai dari makan nginap di hotel berbintang maka trip saya ke China kali ini tidak bisa sharing mengenai cost atau biaya-biaya jika kita ke China, baik itu tiket pesawat, hotel, harga makanan bahkan tiket masuk ke Great Wall, museum dan tempat-tempat wisata di China saya kurang paham berapa harganya.

Sedikit pengalaman selama di China :

          Kami beserta rombongan berangkat dengan menggunakan Singapore Airlines dari Jakarta transit Singapore kemudian Beijing. Perjalanan kami kurang lebih enam jam. China pada saat itu dalam musim summer jadi masih sangat panas. Kami mengunjungi tiga provinsi selama di China, pertama Beijing, Hafei dan Guangzhou. Sehingga pada saat kembali ke Indonesia kami berangkat dari Guangzhou menuju Singapore kemudian Jakarta. Jarak tempuhnya lebih dekat ketimbang kami harus ke Beijing dulu. Pada saat ke China kami melakukan bayak kunjungan ke Museum-museum, seperti kita ketahui bahwa China merupakan salah satu negara yang sangat menjungjung tinggi peradaban masa lalu mereka. Semua di display dalam museum-museum yang tersebar hampir di semua wilayah China. Dari museum-museum kami bisa mempelajari dan melihat bagaimana China pada masa lampau.

          Pada saat di Beijing tentunya tidak sah kalau tidak berkunjung ke Great Wall, yah hari ke dua kami ke sana di lanjut mengunjungi forbidden city. Akhirnya menginjakkan kaki di Great Wall salah satu keajaibaan di dunia. Pada saat itu sangat ramai dan padat dikunjungi wisatawan, jadi sedikit kurang nyaman di tambah lagi cuaca yang sangat panas. Sekali lagi ini adalah trip gratis, jadi tidak boleh banyak protes hehehee.

          Selama di China saya sangat bermaslah dengaan makanan, toilet dan bahasa. Jauh sebelum saya berangkat ke China, saya sering membaca buku traveler salah satunya trinity. Ketika saya membaca poin ketika dia berkunjung ke China dan menemukan banyak pengalaman-pengalaman yang kurang enak ternyata saat itu saya juga megalaminya. Makanan di china sama sekali tidak cocok dengan lidah saya, entah karena baunya ataaupun rasanya, padahal saya sendiri penggemar Chiness food di Indonesia tapi entah kenapa makan langsung di China rasanya luar biasa "aneh". Sebelum makan wajib untuk mencium satu persatu makanan, mempersilhkan teman untuk mencicipi dulu. Kalau dia senyum oh bertanda baik artinya itu enak dan recomended, tetapi jika ia mulai megerutkan dahi dan mengunyah secara perlahan kemudian mengambil tissu dan mengelurkan makanan di mulutnya hahhhhha luar biasa itu artinya tidak enakkkkkkkkkkkkkkkkk.

Makanan kami selama di China, terlihat lezat, nikmat dn menggiurkan. Tetapi sejujurnya Indomie lebih nikmat pada saat itu

         Spontan biasanya kami langsung tertawa, jadi setiap jadwal makan itu seperti panggilan ke neraka bagi kami. Seperti orang ketakutan berhadapan dengan makan, saya turun 5 kg selama di China entah sibuk dan kurang istirahat karena padatnya kegiatan atau karena jarang makan #iyaaakaliiyah? dari Jakarta untungnya bawa Indomie dan abon buat bertahan hidup hehhe lebay maksudnya buat isi perut biar gak lemes. Pengalaman selama backpacking, indomie itu wajib dalam list bawaan saya di dalam ransel. Terbukti ketika di China itu sangat membantu ketika tidak cocok dengan makanan. 

           Cobaan selanjutnya selama di China TOILETTTTTTTTTTTTTT..... oh God, entah kenapa toilet di China baunya luar biasa hummmmmm pengecualian yah dengan toilet di hotel. Untungnya saya orang yang malas ke toilet, saya suka nahan pipis, jadi msih bisa sedikit aman. Ketika masuk ke toilet, 5 meter dari toilet biasanya saya udah tahan nafas sampai selesai dan keluar toilet. Nafasnya lewat mulut, bisa dibaayangkan gimana susahnya. Tapi untuk masalah bau masih bisa diatasi dengan nempelin tissu basah di hidung, itu sedikit membantu, tetapi ketika masuk toilet dan surpireseeeeee mendapat sesuatu yang ngapung huekkkkkk buekkkkkk ahh itu anggap aja bonus, nikmati aja. Secara tidak langsung rasa  mules jadi ilang. Lupa kalau tadi pengen ke toilet, yah syukur syukur gak telintas tiba-tiba  pas makan huekk hahahhahhaha. Jadi setiap kali teman-teman ke rest room, keluar dari rest room dengan berbagai ekspresi yang lucu dengan cerita lucu. Sampai-sampai kami bercanda bakalan balik ke China sebgai pengusaha toilet, hahha apa coba? :p

         Dan cobaan yang paling bikin gemes yaitu bahasa. Ahhhh iasih, bahasa Inggrisku tidak bagus-bagus amat tapi ternyata bahasa isyaratku jauh lebih tidak bagus. Kebanyakan orang -orang di China tidak mengerti bahasa Inggris. Dengan PD nya mereka selalu berbahasa China, dia pikir kita semua ngerti kali yah, mau minta tolong ini itu ke karyawan hotel aja kita di balasnya pake bahas China *&^%$$^&&@&&&@@_+ . Untuk morning call aja, dia ngomong pakai bahasa China di telfon. Zttttttt untung kita tau yah telfon itu artiya morning call, coba kalau ternyata dia nelfon mau bahas dan menginfokan yang lain?????? Nah pakai bahasa isyarat pun kadang mereka kurang paham, kami  minta gelas di kasih garpu, kami mau ini di kasih itu yah kurang lebih seperti itulah. Sekalipun buka kamus bahas China, tapi pengucapan kita beda yah tetap aja mereka tidak paham. Jadinya gemes banget pengen cipok mereka satu satu deh, zzttttttt.....bener kata pepatah diam adalah emas, lebih baik diam daripada miss comunication heheh engingong?

           Dan cobaan yang paling berat dari semua cobaan terberat di China adalah tawar menawar, busett kalau ada berita salah satu wisatawan dari Indonesia tewas saat berbelanja itu bisa saja terjadi hahhha seriusan walaupn sedikit lebay eh seriusan deh tidak lebay. Pertama kalinya saya masuk pasar dan transaksi langsung dengan pedagang China sendiri. Walaupun dari awal kami sudah diinfokan kalau belanja di China itu harus nawar sampai harga terendah, misal nih dia bilang 5000 yuan nah kita kurangi nolnya satu jadi 500 yuan, gila kan? nah secara saya bukan orang yang ahli dalam tawar menawar jadilah saya sok nawar dengan modal mencet kalkulator si pedagang, Secara mereka tidak berbahasa Inggris kan? nah waktu itu saya nawar kaos lupa harga pertama yang dia sebutkan, pokoknya saya menawar yang menurut saya itu udah murah.
Sedikit dari hasil berperang melawan pedagang di China
Okelah kita deal, saya mau kaos 33 buah. Saya megeluarkan dompet niat udah mau membayar, tiba-tiba teman saya datang menanyakan. Fia kamu beli hrganya berapa? saya jawab 30 yuan satu kaos "dengan ekspresi bangga karena merasa udah murah dan berhasil menawar". Dia langsung ngomong, gilaa itu mahal banget, saya udah diliatin penjualnya dari tadi menunggu untuk bayar. Kata temanku di sana cuman 16 yuan, hah? saya kaget dan kembali  bertanya serius kamu? dimana? ahh gila setengah dari harga di sini Rugi dong kalau mau beli di sini, mending ke toko yang harga 16 yuan itu. Secara tadi udah deal sama penjualnya, saya mengelurkan bahasa isyarat dengan melambaikan tangan yang artinya tidak jadi membeli dan mengambil kalkulator memencet harga yang temanku barusan sebut. Penjualnya marah, saya tidak berdaya di dalam toko itu. mau keluar saya di cegat di pintu, iyasih salah saya tidak jadi membeli tapi saat itu penjualnya betul-betul seperti ingin menerkam. Dia berbahas China (^%!^#^&)*^$*!&($(!(*)$ mungkin artinya, kurang ajar kamu yah, kamu penghianat, kamu Indonesia bodoh, kamu kamu miskin, kamu kamu hahahhaha entahlahhh..... aduh sempat panik juga untungnya tiba-tiba Daniel, LO saya datang dia bertanya ada apa? saya jelaskan kejadiannya, dan ternyata dia juga takut berhadaapan dengan sesamanya orang China, ya elahhhh gimana ceritanya? tapi setidaknya si Daniel sedikit membantu karena menerjemahkan bahasa saya ke bahasa China. Sementara Daniel ngobrol, si penjual bergeser ke dalam dan dengan gesit saya langsung kabur tanpa pamit dan meninggalkan Daniel yang masih berdebat dengan penjual hahha what the H***.

          Selanjutnya saya nyari teman buat masuk ke toko yang lain, kapok nawar sendiri. Ternyata pengalaman lebih sadis dialami temanku, di bus kami ketawa setengh mati ada yang hampir di pukul kalkulatorlah ada yang di usuir, ada yang di katain miskin lah Indonesia pokoknya intinya perjuangan kalau belanja di China. Seberat-beratnya usaha mendaki di Great Wall lebih berat kalau di suruh nawar sama orang China. Hufthhhhhh...........

Yah kurang lebih seperti itulah sedikit pengalaman beberapa hari di China, tapi China keren kok dengan segala keunikannya hehhe jadi kangen masakan China, hahhaah kangen pengen tuuuutttttttttttttt..............

Rabu, 29 Mei 2013

Travel

     
        I beg young people to travel. If you don’t have a passport, get one. Take a summer, get a backpack and go to Ko Phi phi, Delhi, go to Saigon, go to Bangkok, go to Kenya, go to Malaka, go to Butterworth and go to Penang :p .Have your mind blown, eat interesting food, di some interesting people, have an adventure, be careful.Come back and you are going to get a sense of what globalization looks like. You’re going to see that global climate and cultural change very real. And that for some people, their they consist of walking 12 miles, 13 miles until tired to the max for looking some water. And so there are lesson that you can,t get out of a book and map and itenerary that are waiting  for you at the other  end of flight. A lot of people, Indonesian, American-European come back and go…ohhhh…and the lightbulb goes on.

Selasa, 28 Mei 2013

LANDMARK


LANDMARK beberapa tempat yang pernah saya kunjungi

Landmark Kota Penang, Malaysia

Landmark kota Penang, Malaysia ( Terlihat backgroundnya adalah Buah Pinang)


        Mengutip kalimat dari buku Trinity "The Naked Traveler" betapa land mark itu memang sangat penting buat di jadiin background foto, gak sah kalau ke satu tempat gak foto dengan latar belakang ciri khas satu tempat atau lebih kerennya di sebut landmark.Tidak hanya sebagai penanda tetapi juga ada kepuasan tersendiri. Tiap-tiap kota memiliki landmark yang memiliki sejarahnya masing-masing, tidak heran jika setiap saya ke satu tempat baru, saya selalu menanyakan landmark dan suatu kewajiban buat saya untuk foto di sana*narsis mode on*. 

        Berikut contoh-contoh landmark yang sangat terkenal di Indonesia yang gambarnya saya colong eh salah maksudnya di kutip dari blog Mas Taruna Kusuma, walaupun ada yang belum sempat saya kunjungi cuman sekedar informasi aja buat kalian dan akan jadi agenda traveling baru buat saya #miris tahun ini sepertinya frekuensi traveling saya berkurang, jadinya gak ada postingan baru di blogku. Bingung mau nulis apa kalau belum jalan.

10 LANDMARK PALING TERKENAL DI INDONESIA

  Jembatan Suramadu (5.438 m)
Apaan sih landmark itu? Landmark adalah ciri khas suatu kota. Misalnya kita lagi liat tayangan di Metro TV trus reporternya lagi ada di depan Monas, nah kita langsung tahu kalo dia lagi di Jakarta. Jadi tiang listrik depan rumah nggak bisa dijadiin landmark, soalnya nggak unik dan dimana-mana ada hehehe. Nah, di sini aku akan menyajikan 10 landmark paling terkenal di Indonesia. Sambil liat fotonya bisa sekalian nebak kotanya dimana.

1. Tugu Yogya
perempatan-tugu-jogja
Begitu melihat tugu ini, kita bakal langsung keinget sama lagunya Katon Bagaskara. Yup, tugu ini memang terletak di kota pelajar, Yogyakarta. Kota Yogyakarta emang pas jadi kota idola para muda-mudi. Tempat nongkorong berceceran di setiap sudut kota Yogya. Yogya adalah salah satu kota wisata paling terkenal di Indonesia.
2. Patung Surabaya
surabaya
Ngeliat patung ini langsung dong tahu dimana kotanya? Yap, bener banget. Patung ini memang maskot Surabaya. Patung ini berada di depan Kebun Binatang Surabaya dan menggambarkan sepasang hiu dan buaya sedang berkelahi. Konon hiu melambangkan pasukan Majapahit dan buaya menggambarkan pasukan Mongol. Dari kata hiu (sura) dan buaya (boyo) lahir nama Surabaya.
  *saya pernah ke Surabaya tapi saya gak sempat foto di sini hahhapenting banget gak sih infonya*

3. Monas dan Bundaran HI
  monas      hi2-11
Aduh…lompat aja deh dari puncak Monas kalo kamu nggak tahu Monas tuh dimana. Monas atau Monumen Nasional adalah landmark Jakarta paling terkenal. Selain itu, ada landmark Jakarta lainnya, yaitu air mancur di Bundaran HI yang suasananya hanya sedikit berubah sejak puluhan tahun lalu. 
*dan sekarang saya tinggal di Jakarta, tapu seriusan gak ada niat mau mampir bahkan foto. Padahal tiap mau ke mana-mana lewatnya yah di monas. Oke foto landmarku kurang di Monas nih, entar deh ada teman yang datang dari Makassar atau luar Jakarta di ajak ke Monas biar sekalian foto :p *  
4. Jembatan Ampera
ampera-2008
Melihat jembatan ini kita pasti langsung kebayang lezatnya empek-empek. Yap, soalnya Jembatan Ampera ini melintasi kota Musi yang ada di Palembang, sekaligus menjadi landmark kota tersebut.
  *ingat palembang ingat kak Hesti, pengen banget ke Palembang trus foto di sini #lagi lagi buat foto
5. Jam Gadang
  bukit-tinggi
Secara di Indonesia cuma ada satu jam bersejarah yang nyaingin Big ben, langsung aja kita tahu bahwa kita sedang menatap landmark Bukittinggi. Oya, ada yang unik lho dari jam gadang ini, soalnya angka IV di jam ini salah tulis jadi angka IIII. Hmm…ada-ada aja orang Belanda zaman dulu. 
*nah Padang, dari dulu juga pengen ke sini tapi gak kesampean. Jadi intinya nih jujur aja, saya belum pernah melintas ke daerah Sumatra. Sekarang udah banyak teman di Sumatra tapi masalahnya uang sama waktunya yang kurang #curcol
6. Gumul
slg
Landmark yang satu ini mungkin belum banyak yang tahu soalnya baru-baru saja kelar dibangun. Landmark kota Kediri ini merupakan sebuah gerbang yang menyerupai Arch du Triomphe di Paris, Prancis. Landmark baru ini diharapkan menjadi spot nongkrong paling gaul di Kediri sekaligus menjadi tujuan utama wisatawan datang ke Kediri.
 
7. Jembatan Pasopati
pasopati
Jembatan modern ini terletak di kota Bandung dan menjadi landmark kota yang dijuluki Paris van Java. Keinget dulu pertama kali ke Bandung, nyari-nyari buku di Gramedia malah disahutin pegawainya pake bahasa Sunda. Aduh, kagak ngerti mas, aku wong Makassar hehehe. But overall, Bandung emang kota yang romantis.
  *Bandung, lagi-lagi kalau ke sini cuman mampir tidak sempat foto di landmarknya, apalagi di jembatan ini. Ribet coy turun mobil trus minta izin sama supir buat stop sebentar. Ntar di tanyain, kok stop mba? iya mas saya mau foto dulu, Gubrak alasan yang sangat bagus yah, pasti di caci maki dalam hati trus ngomong "kampungan" hihihi oke deh saya jawab dalam hati juga "gimana dong mas, saya kan gifo dan narsis" bahasa telepati, #mulai ngawur :p
8. Lawang Sewu
Lawang Sewu
Dijamin langsung “cape’ deh” kalo ada yang sampe nggak tahu bangunan kolonial ini landmark kota mana. Lawang Sewu ini memang terkenal sebagai ikon Semarang sekaligus dikenal sebagai salah satu lokasi paling angker di tanah air…hiiiiy.
9. Tanah Lot dan Pura Ulun Danu Bratan
tnh-lot
Hmm…ada bangunan khas pura trus ada pantainya yang biru dan indah, pasti di Bali. Yaaaaah, telmi amat sih??? Liat fotonya pastinya langsung tahu dong kalo itu Tanah Lot, lokasi paling terkenal di Pulau Dewata. 
*waktu itu saya dan travelmate saya Saskia memang langsung mengagendakan ke Tanah Lot di hari pertama kami di Bali. Lagi-lagi kurang afdol kalau ke Bali tapi gak ada foto di tanah lot, jadi tuh kesannya bagaikan sayur tanpa garam #heh apasih 
images2
Selain Tanah Lot, bentuk atap tumpang pura Ulun danu di danau Bratan juga langsung mengingatkan kita akan Bali, karena itu juga pantas disebut landmark pulau dewata tersebut.
10. Masjid Baiturrahman
SANYO DIGITAL CAMERA
Inilah masjid paling terkenal di Indonesia (bahkan ada blog luar negri yang mencantumkannya ke dalam 10 masjid terindah di dunia) sekaligus simbol kota Aceh masjid ini bergaya campuran kolonial dan Moghul khas India, karena itu bentuk kubahnya mirip-mirip Taj Mahal. Salah satu peristiwa tak terlupakan adalah tetap berdirinya masjid ini setelah terjangan gempa dan tsunami tahun 2004.
  *nah lagi-lagi ingat Aceh ingat kakak Mardiansyah dan Mba Amanda, pengen banget ke Aceh tapi kejauhan eh salah bukan itu alasannya tapigak ada duit. hihihih, nantilah saya niatkan lintas Sumatra sampai ke Aceh mudah-mudahan ada waktu dan duit. Dan mudah-mudahan gak di keluarkan secara terhormat dari kantor karena kelamaan bolos. TOLONG DI AMINKAN !!!!!!!!!!
the last
BONUS
Jembatan Suramadu
jembatan suramadu
Landmark yang satu ini nggak hanya kebanggaan arek Suroboyo dan Madura saja, melainkan juga kebanggaan rakyat Indonesia. Jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia Tenggara dan semoga saja keberadaan jembatan ini bisa menaikkan kesejahteraan penduduk Madura…amiiiin.


Itulah tulisan hari ini, semoga bermanfaat dan semoga saya bisa menambahkan foto baru di tempat baru dengan landmark baru pula. Sekali lagi tolong di AMINKANNNNNNN.... hihihih terima kasih *cium satu-satu*

#tulisan di buat di sela-sela jam kantor yang artinya betapa rindunya saya angkat cariel bag saya yang besar dengan sepatu traveling kesayangan. Mudah-mudahan yang baca ini tergerak hatinya untuk memberi uang dan santunan buat saya traveling dan menambah foto baru. Atau kalau gak mau ngasih duit, plis ajak saya liburan gratis hahahahahhaha

Kamis, 14 Maret 2013

Lost with "si Matic Merah"

      Pagi yang terik tidak menghalangi niat saya dan Saskia untuk melanjutkan perjalanan di hari ke dua menusuri Bali dengan motor matic merah nan irit dan gesit yang kami rental selama tiga hari berturut-turut dengan harga sewa hanya Rp. 40.000 per hari.  Dengan SIM C, saya memberanikan diri berpetualang keliling Denpasar dan sekitarnya  tentunya di bantu GPS HP saya dan Saskia sebagai navigator. Berhubung Saskia tidak bisa mengendarai motor, gemporlah sudah badan jadi “tukang ojek” private Saskia. But lost of fun kok..........
Saskia dengan si Merah di depan rumah Host kami, Denpasar

     Kami starting dari pagi sampai pukul 03:00 dini hari lagi loh , bukannya karena keasikan naik motor menikmati Bali tapi (baca : NYASAR ) HP lowbet, GPS mati dan navigator yang saya bonceng itu juga tidak ngerti jalan. Perfectttt...... padahal ternyata kami hanya muter-muter di sekitar situ aja, cuman yah begitulah hehehe. Saking sudah larutnya, malah udah dini hari saya di tahan polisi yang lg swiping di sekitar Legian itu tiga kali berturut-turut. SIM, KTP, SNTK semua di periksa, untungnya sih lengkap. Di tanya mau kemana ? dari  mana? Kok masih keluyuran? Habis clubbing yah? Atau baru mau dugem? Ngokkkkkk.....kami ini wanita baik-baik pak,  kami hanya nyasar. Tapi tidak bilang ke Om polisinya dong, kan malu. Jadi kami cuman bilang dari tempat temen dan telat pulang. Kami dipersilahkan pulang dan melanjutkan jalan buta-buta *gengsi nanya di Om polisi, takutnya malah di tahan*. Jadilah kami melanjutkan perjalanan buta-buta dan hanya bertanya sama supir taksi yang lagi mangkal. Soalnya jalanan udah kosong, hanya saya dan saskia yang masih eksis keluyuran di tengah dinginnya “dini hari”.

                                                               Gank Motor
 
      Entah gimana ceritanya, akhirnya lorong rumah yang kami tempati itu ketemu. Ahh senengnya luar biasa, tapi tettttttttt kunci tidak ada. Kami mencoba menelfon host kami dengan PeDenya, tidak ada rasa bersalah mengganggu jam tidur orang, tidak merasa bersalah  pulangnya telat tapi sayangya tidak ada jawaban, yaahh jadilah kami duduk cantik di atas motor matic rentalan selagi mencoba menelfon si empunya rumah. Hampir setengah jam kami menunggu akhirnya Rere ( host kami ) tebangun dan turun membuka pintu  pagar. Udah numpang tidak tau malu lagi mengganggu orang hihiihih life is Rock and Roll :p
GPS

      Ehhh..... ini cerita pas pagi sampe tengah malam sebelum pake acara “nyasar” di dini hari. Saya dan Saskia dari jauh-jauh hari membuat itenerary selama di Bali, nah karena waktu mepet kami memilih untuk ke Kintamani, pikiran kami di sana keren tapi faktanya emang keren sih cuman tidak sekeren yang di bayangkan *eh ngomong apaan sih* hiihiih. Dengan modal bensin 2 Liter, sweater penghalang panas dan sunglasses *ini bukan gaya-gayaan loh tapi pure buat nahan silaunya matahari di Bali* kami meluncur ke Kintamani. Waw, udah berjam-jam di motor, melewati gerbang-gerbang selamat datang tapi kami belum tiba ke Kintamani. Kita nyasar atau memang jalannya jauh begini? Kami membahasnya selama di motor, Saskia sambil melongokan  kepalanya ke depan dengan suara seperti berteriak * ngomong ala-ala orang di bonceng motor dengan suasana alam terbuka*.
Belang hasil dari si Matic di bawa keliling-keliling di siang bolong
Bus pariwisata dengan arah berlawanan silih berganti kembali, yang artinya kami udah dekat dengan Kintamani tapi waktu yang berkunjung salah soalnya turis-turis udah balik, eh kita baru tiba. Berjam-jam saya membawa si matic akhirnya sore menjelang malam nyampe. Zzzzzztttttttt, pegellllllll.......kali pertama saya bawa motor sejauh ini dan mesti balik lagi dengan rute yang sama alias Pulang Pergi. Syalallalllallallala, tagan keram......
 
     Kintamani, oh ini toh Kintamani?? Suasana dingin langsung menyambut dengan pemandangan gunung Batur. Jauh-jauh ke sini ternyata cuman danau yang hanya kami liat dari atas. Mau langsung balik ke Denpasar lagi tidak lucu dong, jadilah kami makan bakso di pinggir jalan dulu, foto-foto thennnn pulang. Tidak cukup sejam di Kintamani, kami langsung pulang dengan jarak yang sangat jauh dan malam pula, Untung si matic merah gesit dan tidak bandel, kasian seharian tidak istirahat tapi untung aman-aman aja tidak pake acara mogok hihihihii.

       Tiba di Denpasar kami kembali ke Host kami sekedar mandi dan ganti baju kemudian berangkat lagi ke Kuta dengan si matic merah. Nah balik dari Kuta itulah kami pake acara “nyasar” ke host kami sampai jam 03:00 pagi, brrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr..........
Foto dengan latar Gunung Batur
What a day!!!!!
      
       Mungkin bagi kalian liburan seperti ini menyiksa. Ngapain mesti repot-repot sendiri bawa motor? Mending langsung pake mobil travel blaaa blaaaa blaaaa. Eitzzzzz, tapi justru bagi kami disinilah “seni’nya, ada sesuatu yang beda. Kami berhasil ke sana kemari hanya dengan GPS.. dari kejadian ini, dalam dua hari kami hafal betul jalanan di Denpasar dan sekitarnya “nyasar membawa hikmah” Hari selanjutnya NO GPS kami bisa ke sana kemari hahahhha *ketawa sombong* LOL


 Foto-foto di Kintamani
Saskia in action

Gerbang sebelum masuk Kintamani

 

Anjing Kintamani

Anak-anak di sekitar Gunung Batur
 Thank you si Matic Merah, i love you so much :)